Minggu, 14 Maret 2010

Belajar Hidup dari Abah Ali

Lelaki itu, namanya Muhammad Ali Akbar, aku biasa memanggilnya abah Ali. Dia adalah salah satu dari sekian banyak orang yang mengajari aku pinsip-prinsip kebaikan dalam hidup sejak aku kecil. Sudah sangat lama ingin menulis tentangnya, dan baru hari ini terlaksana….

Suatu hari di tahun 1994, abah Ali bertanya padaku
“ Neng , cita-citanya mau jadi apa?”
aku jawab dengan tegas “akuntan bah”.
Lantas, ia tersenyum bijak “ abah doakan semoga kamu menjadi akuntan yang jujur, tapi kalau kamu tidak sanggup untuk jujur, mending ganti cita-citamu dari sekarang”
Aku tercenung heran “emangnya kenapa bah?”
“Akuntan itu gajinya besar, tapi ujiannya juga besar, apalagi yang namanya akuntan publik, kadang tergoda menerima sogokan yang menggiurkan, kalau ga cukup kuat kejujurannya. Tapi kalau yang kuat kejujurannya kadang harus bersiap dengan todongan pistol, neng siap ga menghadapi hal-hal seperti itu?”
Aku tersenyum
Abah Ali kembali berujar “ Soklah, jadi apapun nanti, yang penting jagalah kejujuran “
“ Insya Allah bah, akan terus saya ingat pesan abah”.

Di hari yang lain, di suatu pagi yang dingin kulihat abah Ali sudah hadir di depan rumah, wajahnya terlihat begitu segar dan ceria
“Rajin bah” sapaku
“Iya atuh, habis jalan-jalan sambil silaturahmi keliling sodara, sering-sering silaturahmi ya neng, silaturahmi itu salah satu jalan pembuka pintu rizki” ujarnya

Ah, kejujuran dan silaturahmi adalah dua dari sekian banyak nilai kebaikan yang ditanamkan abah Ali kepadaku. Dan dua-duanya saat ini seperti sudah menjadi barang yang langka. Begitu banyak orang yang menggadaikan kejujurannya , begitu banyak anak-anak yang sudah tak lagi faham indahnya silaturahmi.

Abah, terima kasih sudah menanamkan dua kata itu di benakku. Meski sekarang Abah telah tiada, namun aku yakin kebaikan dan kenangan nya masih melekat begitu dalam di hati kami, keluarganya. Selamat jalan Abah Ali tercinta, semoga Allah menempatkan abah di tempat yang mulia di sisi-Nya. Amiin…..

Oh iya, ada satu lagi yang tak akan kulupa dari Abah Ali……hobinya mengisi TTS. Dimana ada abah Ali di situ ada TTS. Saking hobinya, ia akan memastikan setiap TTS yang ditemukannya akan terisi penuh
Dulu, setiap kali bertemu dengannya, selalu kuajak beliau bercanda
“Bah, nama pohon , tiga huruf…”
Maka abah Ali akan segera menjawab “ pasti A R A dong“
He he he…:-)

CUCI DARAH + SABAR = CUCI DOSA

Menjalani cuci darah selama 1 kali, 2 kali, 1 tahun, 2 tahun, 10 tahun bahkan 21 tahun adalah pengalaman yang sangat berharga bagi siapapun. Tak akan tergantikan oleh apapun. Saat kita terbaring dan menyadari bahwa ada dua jarum besar di bawah permukaan kulit kita. Dan kemudian dengan jelas kita bisa melihat darah kita keluar masuk selang-selang besar yang tergantung pada sebuah mesin yang berdiri kokoh di samping pembaringan kita selama lebih dari 4 jam x 2 x 4 minggux 12 bulan x seumur hidup kita. Apa yang bisa kita lakukan jika dalam keadaan seperti itu tiba-tiba berbagai kekhawatiran dan ketakutan muncul? Bagaimana jika mesinnya rusak? Bagaimana jika jarumnya lepas? Bagaimana jika listrik mati? Bagaimana jika tak punya ongkos untuk pergi ke rumah sakit? Bagaimana jika banjir ? Bagaimana jika kita bosan, malas dan capek ?

Lantas dengan apa kita menghalau semua khawatir itu? Dengan apa kita mengkalkulasi semua biaya yang dikeluarkan selama proses cuci darah itu ? Dengan apa kita mengobati semua kesakitan, kejenuhan dan kelelahan itu ? Dan dengan apa kita menghapus air mata yang tak terbendung itu?
Tentu setiap orang memiliki jawaannya masing-masing. Dengan keyakinan bahwa Allah telah membuat ketentuan atas segala sesuatu (Q.S.At Thalaq:3), maka kita sermua berusaha meyakini bahwa bencana itu memiliki batas waktu dan musibah itu memiliki batas masa, sehingga kita senantisa berpasrah dan bertawakal sambil terus memohon “ Ya Allah, jangan bebankan kepada kami beban yang tak sanggup kami menanggungnya .....”, Lantas, jika sebagai manusia biasa kita merasa sudah tidak sanggup menanggung semua beban itu, dengan apa kita mampu bertahan? Tentu dengan doa dan harapan, semoga Allah swt akan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang sabar

Sabar? sampai kapan kita harus sabar? Kurang sabar apalagi? sabar juga ada batasnya! Gimana bisa sabar kalau tahu harus menjalaninya seumur hidup? Berbagai reaksi muncul saat kata sabar disampaikan. Karena menjalani kesabaran tentu tak semudah mengucapkannya di depan orang. Menjalani kesabaran butuh banyak dukungan, menjalani kesabaran akan menguras air mata dan menjalani kesabaran butuh banyak cinta dan pengorbanan. Sabar memang tak pernah bisa diukur oleh lamanya waktu atau tuanya usia, hanya Allah yang tahu batas kesabaran kita.

Menjalani kesabaran tentu bukanlah sesuatu yang mudah bagi siapapun. Bagi pasien cuci darah, kondisi psikologis yang tidak stabil akibat beban ekonomi, komplikasi proses cuci darah, ketergantungan terhadap mesin, aturan diet ketat & pengurangan asupan cairan, mobilitas yang terbatas, kehilangan pekerjaan, penghasilan, status finansial, efek samping obat, perasaan kelelahan, perubahan suasana hati, sulit menemukan teman yang mengerti penyakitnya, kekacauan suasana keluarga, dan hubungan sosial yang kurang baik dapat mengakibatkan kecemasan, depresi atau stress jika tidak mendapat dukungan dan perhatian orang-orang sekitarnya. Pasien yang mendapat dukungan dan perhatian penuh dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya akan memiliki kondisi psikologis yang relatif lebih baik sehingga diharapkan dapat berdampak baik dalam mempercepat pemulihan kondisi fisiknya.

Kesabaran dalam proses cuci darah tentu bukan hanya harus dimiliki oleh pasien tapi juga harus dimiliki oleh keluarga pasien, perawat dan dokter di ruangan HD. Pernahkah kita bayangkan jika keluarga pasien, perawat dan dokter di ruangan HD tidak memiliki kesabaran yang minimal sama dengan pasien cuci darah? sementara mereka adalah orang-orang yang menjadi tempat bergantung pasien cuci darah saat proses cuci darah berlangsung. Tentu pasien akan merasa sendirian dan dapat berdampak negatif pada kondisi psikologisnya. Kesabaran dalam menemani dan merawat pasien tidaklah semudah yang dibayangkan, perubahan suasana hati pasien yang sangat cepat kadang membuat emosi pasien menjadi tidak tekontrol dan tentu hal ini menjadi ujian berat bagi kesabaran orang-orang di sekitarnya. Maka tidaklah heran jika butuh kesabaran ekstra untuk bisa menjadi teman yang baik bagi seorang pasien cuci darah.

Kesabaran yang tak berbatas adalah milik semua orang yang terlibat dalam proses cuci darah, walau kesabaran itu berat dan butuh banyak pengorbanan , tapi dengan keyakinan bahwa kesabaran akan mampu menjadikan proses cuci darah lebih bermakna dan hidup lebih berarti, mudah-mudahan kesabaran akan menjadi lebih ringan untuk dijalani. Dan dengan sejumput doa....semoga dan semoga cuci darah yang kita jalani 1 kali, 2 kali, 1 tahun, 2 tahun , 10 tahun , 21 tahun atau lebih itu, bisa menjadi sarana untuk mencuci dosa-dosa kita. Dengan demikian tentu kita juga selalu berharap , semoga rumusan :

CUCI DARAH + SABAR = CUCI DOSA

akan menjadi sumber motivasi bagi pasien, keluarga pasien, perawat, dokter dan semua orang yang berukhuwah di ruangan cuci darah untuk berusaha menjalani kesabaran dalam hidupnya seberat apapun itu. Karena sabar itu tak pernah berbatas.......

Wallahu a’lam bi showab

Kamis, 11 Maret 2010

Ginjal Oh Ginjal

Hari itu, Jumat 11 Maret 2005 aku terbaring lemah di sebuah ruangan kecil di RS Holistik Purwakarta. Di samping tempat tidurku berdiri kokoh sebuah mesin besar, yang padanya bergantung selang-selang bening yang sudah berubah warna menjadi merah. Sebuah tabung besar yang juga berwarna merah berisi cairan terpenting dalam hidupku terpasang di mesin itu. Cairan merah itu beredar di sepanjang selang keluar masuk tubuhku melalui dua jarum besar yang tertanam di permukaan kulitku. Saat itu aku sadar untuk pertama kalinya seumur hidup aku menjalani terapi medis bernama hemodialisa atau lebih dikenal dengan istilah cuci darah.

Dan hari ini, kamis 11 Maret 2010, tepat 5 tahun mesin besar itu menjadi sahabat setia hidupku. 5 tahun sudah kujalani cuci darahku. Dan tanpa kuduga ternyata 11 Maret bertepatan pula dengan hari Ginjal Sedunia. Ginjal adalah salah sati organ vital dalam tubuh kita yang memiliki fungsi begitu kompleks. Kegagalan fungsi Ginjal membuat tubuh kita tak mampu menjalankan fungsi-fungsi vitalnya. Dan hemodialis atau cuci darah adalah salah satu terapi medis untuk menggantikan ginjal yang tak lagi mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Selain cuci darah ada dua terapi pengganti ginjal lain yaitu CAPD (Continuius Ambulatory Peritoneal Dialysis) atau cuci darah mandiri dan Transplantasi Ginjal.

Berikut fungsi vital ginjal yang sangat berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh kita :

1. Sebagai penyaring darah adalah membersihkan darah dari kotoran yang dibuang melalui air seni.
2. Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.
3. Memproduksi tiga hormon penting dalam tubuh yaitu :
- Erythropoetin yang berguna untuk merangsang sel-sel tulang belakang dalam membentuk sel-sel darah merah,
- Renin yang berfungsi untuk mengatur tekanana darah dan
- Vitamin D aktif yang berfungsi mempertahankan kalsium dalam tulang.

Apabila ginjal tidak berfungsi dengan baik akan terjadi penumpukan zat racun seperti ureum dan kreatinin dalam darah yang menimbulkan keracunan dan merusak sel-sel tubuh, elektrolit seperti kalium dan fosfat tidak dapat dikeluarkan tubuh, berkurangnya sintesa vitamin D yang berakibat rendahnya kadar kalsium dalam tubuh, gangguan metabolisme protein dan lemak, kekurangan erythropoetin dan keluarnya protein melalui urin. Permasalahan-permasalahan tersebut akan menimbulkan gangguan gangguan tubuh seperti mual muntah, uremik, sakit maag, kulit gatal, pucat akibat anemia, kaki pegal, rasa seperti terbakar, lemah, tidak bisa tidur, tekanan darah yang berubah-ubah dalam waktu cepat, nyeri dada, sesak nafas dan bengkak pada beberapa bagian tubuh seperti mata, wajah, perut dan kaki.

Ada beberapa penyakit yang menyebabkan menurunnya fungsi ginjal yang bisa berakibat gagal ginjal terminal apabila tidak diobati dengan baik, antara lain adalah Glomerulonefritis1) kronik, Infeksi saluran kencing , Diabetes Melitus/ Kencing manis, Lupus Eritematosus, dan Hipertensi. Khusus tentang hipertensi, penyakit ini sekaligus bisa menjadi penyebab dan akibat dari gagal ginjal.

Penyakit gagal ginjal terminal umumnya diakibatkan oleh kelalaian penderitanya dalam melakukan medical check up rutin, terlalu berlebihan dalam beraktivitas dalam jangka waktu lama sehingga kurang istirahat , kurang minum air putih , suka menahan kencing, tidak memperhatikan asupan makanan dan konsumsi obat-obatan yang tidak sesuai aturan.

Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan ginjal yang begitu kecil dengan fungsi yang begitu kompleks. Mari sayangi ginjal kita. Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa mensyukuri nikmat sehat, senantiasa....

Semoga bermanfaat