Hari itu, Jumat 11 Maret 2005 aku terbaring lemah di sebuah ruangan kecil di RS Holistik Purwakarta. Di samping tempat tidurku berdiri kokoh sebuah mesin besar, yang padanya bergantung selang-selang bening yang sudah berubah warna menjadi merah. Sebuah tabung besar yang juga berwarna merah berisi cairan terpenting dalam hidupku terpasang di mesin itu. Cairan merah itu beredar di sepanjang selang keluar masuk tubuhku melalui dua jarum besar yang tertanam di permukaan kulitku. Saat itu aku sadar untuk pertama kalinya seumur hidup aku menjalani terapi medis bernama hemodialisa atau lebih dikenal dengan istilah cuci darah.
Dan hari ini, kamis 11 Maret 2010, tepat 5 tahun mesin besar itu menjadi sahabat setia hidupku. 5 tahun sudah kujalani cuci darahku. Dan tanpa kuduga ternyata 11 Maret bertepatan pula dengan hari Ginjal Sedunia. Ginjal adalah salah sati organ vital dalam tubuh kita yang memiliki fungsi begitu kompleks. Kegagalan fungsi Ginjal membuat tubuh kita tak mampu menjalankan fungsi-fungsi vitalnya. Dan hemodialis atau cuci darah adalah salah satu terapi medis untuk menggantikan ginjal yang tak lagi mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Selain cuci darah ada dua terapi pengganti ginjal lain yaitu CAPD (Continuius Ambulatory Peritoneal Dialysis) atau cuci darah mandiri dan Transplantasi Ginjal.
Berikut fungsi vital ginjal yang sangat berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh kita :
1. Sebagai penyaring darah adalah membersihkan darah dari kotoran yang dibuang melalui air seni.
2. Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.
3. Memproduksi tiga hormon penting dalam tubuh yaitu :
- Erythropoetin yang berguna untuk merangsang sel-sel tulang belakang dalam membentuk sel-sel darah merah,
- Renin yang berfungsi untuk mengatur tekanana darah dan
- Vitamin D aktif yang berfungsi mempertahankan kalsium dalam tulang.
Apabila ginjal tidak berfungsi dengan baik akan terjadi penumpukan zat racun seperti ureum dan kreatinin dalam darah yang menimbulkan keracunan dan merusak sel-sel tubuh, elektrolit seperti kalium dan fosfat tidak dapat dikeluarkan tubuh, berkurangnya sintesa vitamin D yang berakibat rendahnya kadar kalsium dalam tubuh, gangguan metabolisme protein dan lemak, kekurangan erythropoetin dan keluarnya protein melalui urin. Permasalahan-permasalahan tersebut akan menimbulkan gangguan gangguan tubuh seperti mual muntah, uremik, sakit maag, kulit gatal, pucat akibat anemia, kaki pegal, rasa seperti terbakar, lemah, tidak bisa tidur, tekanan darah yang berubah-ubah dalam waktu cepat, nyeri dada, sesak nafas dan bengkak pada beberapa bagian tubuh seperti mata, wajah, perut dan kaki.
Ada beberapa penyakit yang menyebabkan menurunnya fungsi ginjal yang bisa berakibat gagal ginjal terminal apabila tidak diobati dengan baik, antara lain adalah Glomerulonefritis1) kronik, Infeksi saluran kencing , Diabetes Melitus/ Kencing manis, Lupus Eritematosus, dan Hipertensi. Khusus tentang hipertensi, penyakit ini sekaligus bisa menjadi penyebab dan akibat dari gagal ginjal.
Penyakit gagal ginjal terminal umumnya diakibatkan oleh kelalaian penderitanya dalam melakukan medical check up rutin, terlalu berlebihan dalam beraktivitas dalam jangka waktu lama sehingga kurang istirahat , kurang minum air putih , suka menahan kencing, tidak memperhatikan asupan makanan dan konsumsi obat-obatan yang tidak sesuai aturan.
Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan ginjal yang begitu kecil dengan fungsi yang begitu kompleks. Mari sayangi ginjal kita. Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa mensyukuri nikmat sehat, senantiasa....
Semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar