Sabtu, 11 Juni 2011

Menjadi Pembelajar Tangguh

Lihatlah lelaki kecil itu . Ia tertegun menatap sepedanya. Sepeda roda empat miliknya kini telah berubah menjadi roda dua. Dua roda samping baru saja dicopot oleh ayahnya. Kini tak ada lagi dua roda pelindung yang sebelumnya membantu menyeimbangkan tubuh lelaki kecil 4 tahun itu saat mengendarai sepedanya Kini ia harus belajar menyeimbangkan tubuhnya sendiri diatas dua roda tanpa bantuan apapun dan tanpa bantuan siapapun. Awalnya sang kakak memegangi bagian belakang sepedanya, lama kelamaan dia dilepas dibiarkan berjuang sendiri, dibiarkan belajar sendiri…



Lihatlah lelaki kecil itu berjuang dan terus berjuang. Tanpa kenal lelah , dua hari hampir tanpa henti ia terus berusaha melatih keseimbangan tubuhnya di atas sepeda roda duanya. Entah sudah berapa puluh kali dia terjatuh, bahkan beberapa kali tubuhnya terseret sepedanya sendiri. Namun tak sekalipun kudengan suara tangisan dari arahnya. Tak ada setetes pun air mata yang mengalir. Cuma suara “aduh” disertai senyum dan usapan di bagian tubuhnya yang “mungkin” terasa sakit. Setelah itu ia kembali berjuang diatas sepedanya. Awalnya di lapangan depan rumah, beranjak ke jalan dan lihatlah sekarang dia sudah biasa mengendarai sepedanya dengan lancar di jalanan walaupun masih sesekali terseok-seok. Cukup dua hari saja baginya untuk belajar sesuatu yang baru, dengan perjuangan yang lebih keras dari orang lain tentunya…Semua luka akibat terjatuh, seolah terbayar lunas oleh keberhasilannya belajar



Begitulah terkadang kehidupan menuntut kita menjadi pembelajar tangguh. Pembelajar yang tak pernah takut jatuh. Pembelajar yang tak mudah menyerah , tak mudah rapuh dan tak mudah berputus asa atas rahmat Sang Pemilik Kehidupan. Karena itulah kenapa dalam kehidupan terkadang kita seolah dibuat kecewa saat sedang berharap banyak, dibuat tak berdaya saat begitu banyak kesempatan yang datang, dan dibuat terkapar setelah sebelumnya mampu berlari kencang. Begitulah cara Allah mengajari kita untuk menjadi tangguh.



Menjadi pembelajar tangguh seperti lelaki kecil itu. Yang tak pernah takut terluka, yang selalu berusaha bangkit setelah terjatuh. Yang tak pernah takut belajar seuatu yang baru. Ia seolah tahu bahwa hidup adalah sebuah proses pembelajaran dan bahwa dunia ini adalah sekolah kehidupan. Maka jika kita termasuk orang-orang yang takut menghadapi hidup, belajarlah menjadi pembelajar tangguh dari lelaki kecil 4 tahun itu. Bukankah semestinya kita jauh lebih berani dan jauh lebih tangguh dari lelaki kecil itu?



Wallahu alam bi showab…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar