Kamis, 21 Juli 2011

Siang dan Malam

Teman, pernahkah engkau terbangun di malam hari dan mendengar detak jarum jam yang begitu kencang?

Mengapa detak jam terdengar kegitu jelas di malam hari padahal kita tak memperbesar volumenya?

Karena saat siang kita terbuai dalam pikuknya kehidupan dunia.

Karena saat siang kita terlena dalam ramainya alam raya



Mungkin itulah salah satu alasan mengapa Allah menciptakan malam

Untuk mengenalkan suatu masa bernama sunyi dan gelap pada kita

Masa yang membuat detak jarum jam terdengar begitu nyata di telinga kita

Masa yang membuat kita belajar untuk melihat bagian terdalam diri kita

Masa yang membuat kita merasa begitu dekat dengan Sang Pemilik Jiwa Raga kita



Dari pergantian siang dan malam lah kita belajar

Untuk menghargai suatu masa sebelum kita kehilangannya

Agar kita tak mengeluh lelah saat pagi merekah

Agar kita tak merengek sibuk saat petang menjelang

Bukankah pergantian masa adalah keniscayaan yang nyata?



Dari pergantian siang dan malam lah kita belajar

Untuk menikmati kehidupan di masa manapun kita ditempatkan

Jangan menangis karena berharap malam segera berganti

Jangan mengeluh ketika siang mesti berurai peluh

Bukankah setiap masa memiliki peruntukannya sendiri-sendiri ?





Dari pergantian siang dan malam lah kita belajar

Untuk mensyukuri siang dan bersabar di waktu malam

Mensyukuri muda dan bersabar di masa tua

Mensyukuri sehat dan bersabar di saat sakit

Mensyukuri kaya dan bersabar di saat miskin

Mesyukuri luang dan bersabar di saat sempit

Mensyukuri nyaman dan bersabar di saat tak nyaman

Dan mensyukuri lebih dan bersabar di saat kurang



Bukankah hidup itu hanyalah sebuah persinggahan untuk mencari bekal , teman?



“Sungguh luar biasa urusan seorang mukmin. Semua urusan baik baginya.

Jika ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itu baik baginya.

Jika ia mendapat musibah , ia bersabar dan itu baik pula baginya

(Diriwayatkan Muslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar