Teman, pernahkah engkau terbangun di malam hari dan mendengar detak jarum jam yang begitu kencang?
Mengapa detak jam terdengar kegitu jelas di malam hari padahal kita tak memperbesar volumenya?
Karena saat siang kita terbuai dalam pikuknya kehidupan dunia.
Karena saat siang kita terlena dalam ramainya alam raya
Mungkin itulah salah satu alasan mengapa Allah menciptakan malam
Untuk mengenalkan suatu masa bernama sunyi dan gelap pada kita
Masa yang membuat detak jarum jam terdengar begitu nyata di telinga kita
Masa yang membuat kita belajar untuk melihat bagian terdalam diri kita
Masa yang membuat kita merasa begitu dekat dengan Sang Pemilik Jiwa Raga kita
Dari pergantian siang dan malam lah kita belajar
Untuk menghargai suatu masa sebelum kita kehilangannya
Agar kita tak mengeluh lelah saat pagi merekah
Agar kita tak merengek sibuk saat petang menjelang
Bukankah pergantian masa adalah keniscayaan yang nyata?
Dari pergantian siang dan malam lah kita belajar
Untuk menikmati kehidupan di masa manapun kita ditempatkan
Jangan menangis karena berharap malam segera berganti
Jangan mengeluh ketika siang mesti berurai peluh
Bukankah setiap masa memiliki peruntukannya sendiri-sendiri ?
Dari pergantian siang dan malam lah kita belajar
Untuk mensyukuri siang dan bersabar di waktu malam
Mensyukuri muda dan bersabar di masa tua
Mensyukuri sehat dan bersabar di saat sakit
Mensyukuri kaya dan bersabar di saat miskin
Mesyukuri luang dan bersabar di saat sempit
Mensyukuri nyaman dan bersabar di saat tak nyaman
Dan mensyukuri lebih dan bersabar di saat kurang
Bukankah hidup itu hanyalah sebuah persinggahan untuk mencari bekal , teman?
“Sungguh luar biasa urusan seorang mukmin. Semua urusan baik baginya.
Jika ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itu baik baginya.
Jika ia mendapat musibah , ia bersabar dan itu baik pula baginya
(Diriwayatkan Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar