Kamis, 24 November 2011

TAHU GEJROT DAN PERNIKAHAN


Ada satu baskom besar tahu ciledug di atas meja makanku malam itu. Tahu kecil kering bertekstur kasar. Aromanya tak cukup sedap. Bagi yang tak terbiasa, wajar saja jika menutup hidung saat menciumnya.


Di sebelahnya ada semangkuk cairan berwarna coklat tua. Cairan hasil perpaduan gula merah, kecap bawang merah dan cabe rawit yang ditumbuk. Juga beraroma menyengat. Tak ada yang istimewa dengan rasanya.


Tahu ataupun cairan berbumbu itu, dua-duanya bisa kita nikmati. Tapi jangan coba-coba menikmati salah satunya saja. Kalau nekat, kita hanya akan mendapati satu kemungkinan. Kapok. Bagaimana tidak? Jika yang kita nikmati hanyalah sepahan tahu berongga yang tawar dan berbau khas. Atau bumbu sepet manis pedas yang hanya membuat produksi air liur dan asam lambung melimpah tapi tak cukup mengenyangkan.


Jika kita ingin menikmati keistimewaannya, gabungkan keduanya dalam satu tempat. Potong tahu menjadi dua bagian. Simpan beberapa potong tahu dalam mangkuk. Siram dengan beberapa sendok cairan berbumbu hingga terendam. Dan rasakan sensasinya .


Sensasi itulah yang dicari oleh pecinta makanan khas Cirebon yang terkenal dengan nama tahu gejrot itu.


Bagi saya, perpaduan rasa pada tahu gejrot tak ubahnya seperti konsep pernikahan. Tahu gejrot menggabungkan dua jenis makanan yang “biasa” menjadi begitu “istimewa” dalam rasa. Menggabungkan dua jenis unsur yang “berbeda” menjadi “satu” dalam wadah yang sama. Menjadikan sepahan tahu berongga itu menjadi begitu menggoda . Dan menjadikan cairan coklat tua beraroma menyengat itu menjadi begitu memikat. Kualitas sensasi tahu gejrot ditentukan oleh kualitas tahu, kualitas bumbu dan cara meraciknya.


Bukankah begitu seharusnya sebuah pernikahan, teman ? Menyatukan dua orang yang biasa menjadi begitu istimewa. Menyatukan dua orang yang berbeda dalam wadah yang sama. Menjadikan perempuan seorang istri dengan berjuta pahala jika bisa menjaga dan menata . Dan menjadikan lelaki memiliki berjuta keutamaan jika mampu menjadi imam bagi kekasih hatinya. Kualitas pernikahan pun didukung oleh tiga hal utama yaitu perbaikan diri istri, perbaikan diri suami dan cara keduanya saling mengisi.


Maka jika tahu gejrot itu ibarat pernikahan, tahu gejrot seperti apakah yang kita inginkan?


Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." ( Q.S. Ar-Rum:21)


Wallahu alam bi showab.

2 komentar:

  1. jadi pengen tahu gejrot... di sini tidak ada dan belum populer...hehet

    BalasHapus
  2. hayu maen ke Kuningan mbak Dhink :)

    BalasHapus