Senin, 20 April 2009

Kakasih Gulmer

SPL HIMASTA UNPAD, Jatinangor 1998

“Kabut masih menyelimuti langit jatinangor pagi itu, aku sudah berlari bersama teman-temanku “pecinta satistika” melewati “tanjakan baeud” sambil membawa bekal roti Rp. 500 yang dibeli di “toko yanto” atau “sabar subur”. Tanjakan baeud...jalan mendaki di gerbang Universitas Padjadjaran Jatinangor memang selalu membuat orang yang melewatinya “baeud” alias “bete. Diantara kami yang berlari tak ada satupun yang tersenyum saat itu...yang terbayang di benak kami hanya suara bentakkan panitia yang siap memerahkan telinga kami beberapa saat lagi...

Bukan hanya panitia yang harus kami hadapi saat itu...tapi juga para “senior mahagalak” yang bentakannya bukan hanya memerahkan tapi memekakkan telinga. Namun ada kalanya hati para senior itu tiba-tiba menjadi lembut dan full smile...seperti yang terjadi pagi itu...

“Siapa diantara kalian yang orang sunda asli? Cepat berkumpul...memisahkan diri !!!!!!”

Aku dan beberapa orang lain yang merasa diri asli sunda segera memisahkan diri....

“Kieu nya, akang bade naros...saha kakasih teh?”

Ditanya siapa kakasih tentu membuat kami semua tersipu. Tak ada yang menjawab. Dalam pikiran kami saat itu kakasih berarti kekasih atau pacar. Karena tak ada satupun yang menjawab maka kami dipanggil satu persatu...

ada yang masih tersipu......

ada yang menjawab dengan menyebut nama pacarnya......

ada yang diam dan bete.....

sampai ada yang menjawab “teu...gaduh”

mendengar ada yang menjawab teu gaduh alias tidak punya kontan seluruh senior tertawa...kami heran

“ masa ngga punya kakasih, ngga mungkin...., tahu ngga kakasih artinya apa?”

Kami makin tersipu

“dalam bahasa sunda kakasih itu artinya nama...masa kamu ngga punya nama.....”

Dan kami semua tersenyum menyadari itu he he he

Lain lagi cerita sahabatku ...masih di kegiatan yang sama di hari yang lain...Saat itu pengumpulan tugas barang-barang , para senior menyebutkan barang-barang yang harus dibawa....dan para peserta harus mengumpulkannya ke depan.

“Kacang hijau.........”

Kami mengangkat plastik berisi kacang hijau...setelah yakin semua peserta membawa...baru kacang hijau dikumpulkan ke depan....

“Gula Merah...”

Ternyata gula merah milik sahabatku hilang dari dalam tasnya...ia begitu gelisah mencari gula merahnya. Karena tak juga ketemu sahabatku menjadi “kandidat terhukum” karena melakukan kesalahan. Entah karena takut dengan hukuman atau karena merasa yakin gula merahnya masih ada, sahabatku itu..terus mencari gula merahnya.......maka disaat kami sudah santai dia masih berjuang mencari gula merahnya. Dan perjuangannya tidak sia-sia...disaat suasana ruangan sedang hening karena senior sedang mendiskusikan hukuman untuk yang melakukan kesalahan, sahabatku berteriak dengan semangat 45 sambil mengangkat gula merahnya tinggi-tinggi

“kang...gula merahnya ketemu.....”

Maka sang senior pun dengan santai berkata....

“ Mulai sekarang kamu saya panggil si Gulmer” he he he....

Itulah sekelumit kisahku dalam Study Pengenalan Lapangan(SPL) yang harus kulalui seminggu sekali untuk bisa lulus menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Statistika (HIMASTA) UNPAD....Saat menjalaninya SPL selalu menjadi bagian yang tak menyenangkan bagiku, tapi mau tak mau tetap harus kulewati sebagai konsekuensi dari keinginanku untuk bisa diterima di lingkungan baruku.

Dan SPL yang tak menyenangkan ternyata tak selamanya tak menyenangkan ada kalanya saat tak menyenangkan bisa menjadi begitu indah ketika kita bisa menikmatinya. Seperti ketika kami menikmati kisah tentang “kakasih gulmer”

Saat-saat tak menyenangkan.....tentu tak ada orang yang menginginkannya...tapi saat-saat tak menyenangkan selalu mampu membangkitkan semangat dan optimisme baru. Bukankan kelulusan baru akan diraih jika kita telah melewati ujian yang notabene tidak menyenangkan?

Jadi...saat kita mengalami saat-saat tak menyenangkan....nikmatilah.....

“Nikmati kesedihan seperti kamu menikmati kebahagiaan”

“Nikmati kesendirian seperti kamu menikmati kebersamaan”

“Nikmati kecewaanmu seperti kamu menikmati kepuasan”

“Nikmati kesulitan seperti kamu menikmati kemudahan” dan

“Nikmatilah ketidaknyaman seperti kamu menikmati kenyaman”

Semoga dengan demikian....

Kita termasuk pada golongan orang-orang yang bersyukur....

Wallahu a’lam bishowab...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar