Waktu itu
ketika kutemui diriku terluka,
kupandangi luka itu , dalam dan semakin dalam
Aku hanyut dan semakin hanyut
Kukasihani diriku, kupeluk jiwaku
Bahkan kubiarkan diriku membuka luka-luka lama yang sudah mengering
Diriku terharu aku ikut terharu, diriku tersedu aku ikut tersedu, bahkan diriku meraung akupun ikut meraung
Kukatakan pada diriku betapa sialnya aku
Kukatakan pada diriku untuk diam dan menutup diri
Agar tak lagi kutemui luka serupa di kemudian hari
Hingga datang seorang kawan ,
Ia katakan pada diriku
Lihatlah luka itu dari sisi lain dan akan kau temui keindahan hidup sesudahnya
Aku diam dan hanya mengangguk
Teringat aku pada janji Robbku
“Sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sungguh sesudah kesulitan itu ada kemudahan”
Maka setelah itu
Ketika kudapati diriku menemui luka yang baru
Aku mengajak diriku tersenyum
Kutawari diriku obat luka yang ampuh
Kukatakan pada diriku betapa beruntungnya aku
Kusampaikan pada jiwaku betapa hebatnya aku
Jika aku mampu mengobati diriku sendiri
Dan kini aku tersenyum dan senantiasa tersenyum untuk sebuah luka
Hingga kutemui luka itu menutup sempurna
Dan sebuah keindahan tak terduga hadir sesudahnya
Karena aku yakin
Karena aku percaya
Luka adalah keindahan yang tertunda…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar