Rabu, 01 September 2010

Kuningan Membaca Kuningan Menulis

Mengenang pembicaraan singkat dengan seorang sahabat di penghujung tahun 2002, dalam kepenatan siang di jalanan Bandung yang padat.


Aku : Setelah lulus kulah mau tinggal dimana?

Sahabatku : Jakarta sepertinya lebih dinamis, aku tak ingin bertahan di Bandung , ritme hidupnya santai , kamu?

Aku : Aku justru akan bertahan di Bandung, tak akan kembali ke Kuningan , bagiku Bandung jauh lebih dinamis daripada Kuningan yang sepi dan stagnan.


Ya, Kunngan yang sepi dan stagnan. Begitu dulu pikiranku berbicara tentang kota tempat aku dilahirkan, kota yang juga tempat kelahran ibu dan bapakku. Kuningan hanya cocok dijadikan tempat istrahat bagi para pegawai yang pensiun atau sedang cuti kerja . Udara dinginnya hanya pas untuk orang-orang yang ingin berleha-leha seharian dalam kemalasannya. Kesepiannya hanya membuat kita betah untuk diam dan terlelap. Kuningan hanya nyaman untuk para pegawai dengan ritme kerja yang santai bukan para pekerja prduktif dan kreatif yang berkejaran dengan waktu.



Dan 3 tahun kemudian kenyataan berkata lain, skenario Allah selalu berjalan untuk membuat kita belajar. Sahabatku menjalani karir dinamisnya di Bandung , kota yang dulu paling dihindarinya. Sementara aku ‘terpaksa’ harus kembali dan menetap di Kuningan, kota yang juga paling tak kuharapkan saat itu. Dalam diam kutanya pada diriku, kemana hidupku akan kuarahkan?



Sejak saat itu aku berjuang untuk belajar menakluan pikiranku sendiri tentang hilangnya harapan seiring kembalinya aku ke kampung halamanku. Dan kemudian perlahan tapi pasti, allah mengarahkanku untuk mulai menulis. Waktu luang yang panjang, udara digin dan kesepian menjadi modal pentng bagi seorang penulis. Dan aku mendapatkannya di sini, di kota yang dulu kupikir tak akan mendukung warganya untuk prduktif. Di sini aku bisa menulis kapanpun dan dimanapun aku mau,. Angkutan kota dengan penumpang yang tak terlalu padat, memungkinkanku untuk menulis dan membaca di dalamnya dengan nyaman. Atau delman, aku selalu menikmati perjalananku mengelilingi kota dengan delman, ah, entah sudah berapa banyak tulisanku yang terinsprasi dari alat transportasi khas di kota Kuda ini.



Keyakinanku semakin kuat saat seorang teman penulis dari Jakarta, yang baru pertama kali menjejakan kakinya di Kunngan berujar pendek “Seharusnya banyak penulis besar lahir di kota ini” Ya, seharusnya banyak penuls besar bisa lahr di kota ini. Allah telah membuat Kuningan nyaman dan teramat nyaman untuk kegiatan produktif seperti menulis dan membaca. Allah sudah memberi begitu banyak modal penting untuk itu : alam yang indah, udara dingin, kenyamanan, air dan oksigen yang berlmpah, lingkungan yang bersih dan cuaca bersahabat, Apa lagi yang kurang? Masih pantaskah Kuningan dikenal sebagai kota dengan minat baca yang rendah?



Ah, mau tak mau harus kuakui minat baca Kuningan yang sangat rendah. Teramat miris mendengar kalimat itu bertahun-tahun yang lalu, namun ternyata keadaan tak kunjung membaik sampai saat ini. Minat baca Kuningan masih cukup rendah, butuh satu keinginan dan usaha besar untuk menumbuhkan minat baca generasi muda di kota kita tercinta ini. Bukanah penulis dan ilmuwan besar bermula dari pembaca yang kuat ? dan bukankah orang-orang produktif juga banyak mendapatkan ilmu dari buku bacaan mereka? Maka rasanya tak ada salahnya jika mulai saat ini mari syukuri Kemurah Hati-an Allah atas kota kita tercinta, Mari hidupkan simpul-simpul syaraf produktif generasi muda kita Mari galakkan Kuningan membaca dan Kuningan menulis. Agar Kuningan semakin pintar , agar Kuningan semakin bersinar.



Hari ini, 1 September 2010, tepat 512 tahun Hari Jadi Kota Kuningan tercinta, terbersit satu doa kecil di benaku, semoga dengan Kuningan membaca dan Kuningan menulis akan lahir pemimpin, pengusaha, penulis, pegawai, ulama dan ilmuwan besar dari kota kita yang asri ini di tahun-tahun mendatang. Selamat Ulang Tahun Kuningan, dari lubuk hatiku terdalam dengan jujur kukatakan bahwa saat ini aku mencintaimu semakin dalam.



Wallahu a'lam bi showab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar