Sabtu, 09 Oktober 2010

TRIO HD

Selasa siang itu aku memasuki ruang HD dengan lunglai. Sesak menderaku sejak malam. Sepertinya kelebihan cairan. Setelah menimbang berat badan yang naik lebih dari 3 kg, aku segera menuju ranjang dengan map bertuliskan namaku. Tiba-tiba, seorang perawat berujar :

“ Istirahat dulu ya, tidak akan langsung ditusuk, soalnya tidak ada air”


Deg, jantungku berdetak kencang. Ya Allah jangan sampai kami disuruh pulang lagi karena tak ada air seperti dulu, tak sanggup rasanya harus membawa kembali 3 kg cairan di tubuhku ini kembali ke rumah dan menikmati kembali sesak yang terus mendera.

Sepuluh menit kemudian, 14 pasien di ruangan putih itu sudah berada di ranjangnya masing-masing. Air belum juga menyala. Dan pada akhirnya kami harus memilih.

“ Airnya masih sedang ditampung, mungkin 1 atau 2 jam lagi baru penuh, silahkan mau memilih yang mana : pulang dan besok kesini lagi atau menunggu sampai ada kepastian air cukup untuk HD siang ini?”



Aku dan sebagian besar pasien memilih opsi kedua, kondisi fisik yang sudah lemah dan jauhnya jarak rumahku yang hampir 1,5 jam perjalanan menjadi alasan utama. Meski resikonya kami harus sabar menunggu sampai airnya penuh.

Beberapa pasien menunggu sambil tertidur pulas di ranjangnya, ada yang memutuskan duduk di lantai karena merasa kegerahan, ada yang main ke luar ruangan , ada yang makan dan ada pula yang ngerumpi. Ngerumpi? Yah itulah pilihanku bersama 2 pasien lain : Teh Uum dan Bu Iim. Usia kami yang tidak terpaut jauh akhirnya menyatukan kami dalam sebuah rumpian seru siang itu. Sesuatu yang sangat jarang terjadi bisa ngobrol bertiga seseru itu. Karena kalau sedang HD, meskipun ngobrol tapi tak bisa sebebas itu karena jarak antar ranjang yang agak berjauhan, harus bersuara kencangk kalau mau bercerita.



Rumpian bermula dari acara TV

“Lien kalau kita ikut acara t*** m* out , kayaknya yang milihnya juga pasien hd lagi ya? he he” teh Uum berujar sambil tertawa

“He he, teh kalau kita bikin trio kayaknya seru ya” jawabku

“Hah trio, buat apa de?” bu Iim dengan suaranya yang lembut menimpali

“ Ya apa aja, ikut acara apa gitu, mungkin ada ide?”

“Nyanyi?” serempak dua lawan bicaraku bertanya

“Penontonnya pasti langsung pada kabur ha ha ha” hampir serempak kami tertawa

“Ssssttttttt pada ribut aja nih bertiga” seorang perawat menegur sambil tersenyum

“ Hmmm kalau ikut kuis gimana?” tanyaku

“he he kayak cerdas cermat ya, nanti nama trionya apa?” Tanya Bu Iim , dahinya berkerut

“ Trio HD”

“ Ha ha trio HD boleh juga tuh”


Satu jam berlalu, kami masih hanyut dalam rumpian kami

“Airnya sudah penuh, silahkan menempati ranjang masing-masing, saatnya ditusuk...” seorang perawat memberi kabar gembira

“Alhamdulillah” ujar kami serempak

Dan siang itu aku mengawali HD dengan senyum lebar, membayangkan trio HD beraksi. Hmmm boleh juga ya, trio HD ikutan acara kuis yang mengasah otak. Tenang, meskipun darah kami kadang penuh racun tapi otak kami dijamin 100% bebas racun he he he :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar