Jumat, 15 Januari 2010

Sendiri itu Indah

Kesendirian adalah sesuatu antara aku dan Robbku
Kesendirian adalah ketika aku berlepas dari cinta selain cinta-Nya
Kesendirian adalah kehampaan
Kesendirian adalah kesepian
Tapi terkadang kesendirian adalah ketenangan

Aku mencari kesendirian
Ketika aku ingin menyepi dengan Robbku
Aku mengharap kesendirian
Ketika aku menyapa diriku sendiri
Aku membenci kesendirian
Ketika aku ingin berbagi suka dan duka
Dan aku menangisi kesendirian
Ketika aku merindukan kebersamaan dulu

Maka aku mendekap Robbku
Ketika kesendirian menghampiriku

Suatu hari aku bertemu dengan seorang teman lama, dia sudah menikah dan memiliki dua anak. Kami janjian ketemu di tempat kerjanya karena kebetulan aku ada urusan kesana. Kami berbicara panjang lebar, melepas kerinduan kami masing-masing. Di mataku dia sudah begitu sempurna sebagai wanita, punya suami yang mencintai, punya anak-anak yang menyejukkan hati, punya pekerjaan yang baik, punya rumah dan punya kendaraan. Sementara aku? Kabar baik apa yang bisa kusampaikan padanya tentangku? Belum ada bagian baru dari hidupku yang bisa aku kenalkan padanya.

Sesaat tenggorokanku tersekat, aku terkungkung dalam diam membayangkan betapa bahagianya jadi dia. Betapa indah hidupnya. Jika aku berada di posisinya aku pasti akan menjadi orang paling berbahagia di dunia. Aku tak perlu lagi mencari sumber kebahagiaan yang lain. Aku tertegun dan terus tertegun

Namun kemudian, semua bayanganku buyar, ketika tanpa kuduga tiba-tiba dia berujar
“Enak banget ya jadi kamu, bebas, bisa kemana-mana sendiri, kalau pengen ngumpul sama teman-teman tak perlu minta izin sama suami. Tak perlu mikirin permasalahan anak-anak yang bertumpuk. Sementara aku, mau pergi sebentar aja untuk menikmati hidupku sendiri kadang sulit, karena aku sudah terikat, kadang akau merindukan kesendirianku…”

Aku melongo mendengar kata-katanya, tak ada yang bisa kukatakan selain mengusap pundaknya sambil tersenyum. Tahukah dia kalau aku menginginkan semua yang dimilikinya? Tahukah dia kalau aku kadang terluka dengan kesendirianku.

Dan itulah manusia dengan segala keinginanya. Terkadang Allah memberi kita ujian hidup lewat keinginan-keinginan kita. Kita begitu ingin merasakan keindahan yang orang lain rasakan tanpa pernah mau menanggung permasalahannya. Kita selalu ingin mendapat kemudahan tapi tak pernah mau melewati proses sulit untuk mendapat kemudahan itu. Padahal Allah selalu menurunkan keindahan satu paket dengan ujiannya seperti Allah selalu menurunkan masalah satu paket dengan solusinya. Maka saat kita bertemu seseorang dan kita merasa tak berarti melihat kelebihan yang Allah berikan padanya, tahukah kita bahwa bisa jadi pada saat yang sama orang itu juga sedang merasa tak berarti melihat kelebihan pada diri kita yang kadang lupa kita syukuri?

Dan setelah pertemuan pagi itu, aku pulang menaiki bis kota, masih sendiri. Pertemuan singkat itu bermakna besar bagiku. Pertemuan yang membuatku tersadar untuk mulai mensyukuri kesendirianku, kesendirian yang kadang membuatku terluka.

Sendiri memberiku kebebasan memilih dan berkehendak. sendiri memberiku banyak inspirasi. Sendiri memberiku kesempatan untuk lebih kreatif, sendiri memberiku kesempatan lebih untuk bisa membahagiakan orang-orang yang kucintai. Sendiri memberiku lebih banyak waktu luang untuk berpikir tentang arah dan tujuan hidupku.Dan yang terpenting, sendiri memberiku banyak kesempatan untuk lebih mencintai Robbku.

Maka di perjalanan, saat seorang teman mengirimiku sms singkat
“Pulangnya sendiri ya? Hati-hati…….gimana kalau ada apa-apa dijalan?”
Kujawab dengan sangat yakin
“Kan ada Allah yang menjagaku…”

Aku tersenyum, masih sendiri, hanya ada aku dan Robbku di sana. Kukatakan pada diriku, betapa indahnya hidupku. Karena kesendirianku selalu memberi banyak ruang untuk aku bisa mendekap Robbku erat dan lebih erat. Bukankah sendiri itu indah jika kita bisa mensyukurinya?

Maka aku mendekap Robbku, ketika kesendirian menghampiriku

Wallahu a'lam bi showab...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar